Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Badr

Agenda penting di awal tahun 2026

Beberapa pekan yang lalu Rumah Qur’an Al Badr menyelenggarakan sebuah kegiatan penting yang diikuti oleh seluruh santri berikut para wali santrinya.

Kegiatan rutin yang diagendakan setiap enam bulan sekali tersebut bertajuk silaturahmi dan evaluasi belajar santri, atau yang lebih dikenal dengan istilah penerimaan buku raport hasil belajar semesteran.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 1 & 2

Berdasarkan data update terkini, jumlah santri usia sekolah yang tengah belajar di Rumah Qur’an Al Badr Jakarta adalah 85 orang santri yang seluruhnya terdistribusi dalam 8 halaqah atau kelas belajar.

Seperti biasanya, sesi penerimaan raport untuk semester gasal kali ini diselenggarakan secara terpisah di 3 lokasi yang selama ini digunakan Rumah Qur’an Al Badr sebagai sarana untuk kegiatan belajar ( KBM ) para santri sehari-hari.

Penerimaan raport untuk para santri dari halaqah 1, 2, 4, 5, dan 6 diselenggarakan di Gedung pusat atau aula Rumah Qur’an Al Badr Jakarta.

Halaqah 1, 2, dan 4 dibimbing oleh ustadz Muhammad Salim Lc. dan ustadzah Badriah S.pd.

Sementara untuk halaqah pembelajaran 5 ( Maghrib mengaji ) dan halaqah pembelajaran 6 dibimbing secara khusus oleh ustadz Rizki.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr

Sedangkan penerimaan raport untuk halaqah 3 diselenggarakan secara terpisah di wisma mitra atau cabang I Rumah Qur’an Al Badr yang berlokasi di Jl. Kancil, Ragunan.

Halaqah 3 dibimbing oleh ustadz Muhammad Salim. Lc.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 4

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 5

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 6

Di wisma mitra atau cabang II Rumah Qur’an Al Badr Jakarta, agenda silaturahmi dan penerimaan raport diselenggarakan bagi para santri dari halaqah 7 ( Maghrib mengaji ) dan halaqah 8 yang secara khusus dibimbing oleh ustadz Aldy. Sy. dan ustadz Haris.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 7

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, halaqah 8

Penyelenggaraan silaturahmi wali santri dan serah terima raport kali ini sejatinya telah direncanakan sebelum pekan liburan akhir semester pada bulan Desember 2025, akan tetapi karena di antara santri ada yang berhalangan sehingga belum sempat mengikuti ujian evaluasi belajar akhir semester, maka kegiatan penerimaan raport pun dijadwalkan ulang pada awal Januari 2026.

Baca juga :

Arsip silaturahmi & penerimaan raport tahun 2025

  • Wali santri, di antara jumlah presensi dan absensi

Keikutsertaan para wali santri dalam mengkawal kelancaran proses kegiatan belajar ( KBM ) adalah hal yang sangat penting untuk menentukan tingkat keberhasilan belajar bagi putra-putrinya di Rumah Qur’an Al Badr.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, diskusi antara wali santri dan guru pendidik saat mengevaluasi perkembangan dan hasil belajar santri.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, diskusi antara wali santri dan guru pendidik saat mengevaluasi perkembangan dan hasil belajar santri.

Hadirnya wali santri pada kegiatan silaturahmi dan penerimaan raport merupakan wujud sikap kepedulian ( awareness ) dari para orang tua dalam memberikan dukungan dan perhatian yang terbaik kepada setiap putra putrinya.

Dengan terselenggaranya silaturahmi bersama para guru pendidik, setiap orang tua dapat ikut mengevaluasi dan menilai sendiri perkembangan belajar santri sekaligus berdiskusi untuk menemukan solusi apabila menjumpai kendala dalam proses belajar putra-putrinya.

Baca juga :

Karakter utama guru pendidik

Berdasarkan data yang diperoleh dari sekretariat Rumah Qur’an Al Badr Jakarta, tingkat kehadiran wali santri dalam kegiatan silaturahmi dan penerimaan raport kali ini mencapai sekitar 75%.

Jumlah presensi ( kehadiran ) wali santri tersebut sudah dapat dikategorikan dominan apabila dibandingkan dengan jumlah wali santri yang abstain ( berhalangan hadir ), sehingga dapat dijadikan sebagai indikator telah baiknya kesadaran, tingkat kepedulian dan perhatian dari para orang tua atau wali santri dalam bekerjasama dengan para guru pendidik untuk keberhasilan proses belajar bagi setiap putra-putrinya di Rumah Qur’an Al Badr Jakarta.

  • Kriteria penilaian prestasi belajar santri

Perlu kiranya diketahui oleh masyarakat, bahwasanya kegiatan belajar yang diselenggarakan di Rumah Qur’an Al Badr bukanlah hanya sebatas mengajarkan kepada santri cara membaca atau menghafalkan Al Qur’an saja.

Metode pendidikan Al Qur’an yang diselenggarakan di Rumah Qur’an Al Badr mengacu pada kurikulum yang mengarah pada sifat holistik ( menyeluruh ) yang telah diadaptasikan dengan kondisi dan tingkatan usia para santri.

Standar penilaian prestasi santri bukan hanya diukur dari banyaknya jumlah hafalan Al Qur’an maupun hadits, akan tetapi juga diukur dari tingkat pemahaman para peserta didik terhadap akidah yang lurus, attitude atau adab, dan akhlak mulia atau perilaku di dalam kesehariannya sejauh yang masih dapat terlihat oleh guru, khususnya ketika mereka sedang berada di dalam kegiatan pembelajaran / KBM.

Dokumentasi Rumah Qur’an Al Badr, arsip lembar raport perkembangan belajar santri semester gasal, Januari 2026

Di samping pembekalan ilmu Al Qur’an secara teori, para santri juga dibekali dengan pendidikan yang bersifat praktik agar memiliki standar kemampuan pribadi ( personal skill ) yang baik ketika mereka berada di tengah masyarakat kelak.

Standar kemampuan pribadi yang dimaksud adalah, bahwa setiap santri yang belajar di Rumah Qur’an Al Badr harus memiliki kualifikasi dapat menjalankan tugasnya sebagai imam dalam sholat berjamaah ketika dibutuhkan oleh masyarakat, memiliki jumlah hafalan berikut kualitas bacaan Al Qur’an yang baik, mampu menunaikan tugasnya sebagai seorang Muazin, dapat menyelenggarakan prosesi memandikan jenazah hingga proses pemakaman, sampai pada praktik ibadah yang sifatnya rutinitas seperti sholat Sunnah, dzikir pagi dan petang, thaharoh ( wudhu & tayamum ), dan akhlak yang mulia di dalam bermuamalah di tengah masyarakat.

Dengan demikian visi dan misi pendidikan Islam yang dicanangkan untuk mewujudkan sumber daya manusia ( SDM ) Indonesia yang bertaqwa dan berkualitas akan dapat terealisasi bersama dengan peran orang tua ( wali santri ) dalam membersamai putra putrinya menuntut ilmu.

  • Peran serta masyarakat

Guru pendidik, para santri, berikut para wali santri, dan team pengelola Rumah Qur’an Al Badr sesungguhnya merupakan satu kesatuan civitas yang secara langsung berinteraksi dalam proses kegiatan pendidikan Al Qur’an di Rumah Qur’an Al Badr.

Sinergi yang baik dalam kegiatan pendidikan akan sangat menentukan tingkat keberhasilan dalam mendidik para santri.

Akan tetapi sebenarnya masih ada satu komponen masyarakat yang juga memiliki peranan besar dalam menunjang kelancaran kegiatan pendidikan di satuan pendidikan Rumah Qur’an Al Badr.

Komponen masyarakat yang dimaksud adalah unsur eksternal yayasan yang tidak lain adalah masyarakat secara umum, dan khususnya para donatur ( Muhsinin ).

Segenap dukungan yang telah diberikan oleh masyarakat baik secara moril maupun materi, adalah suatu bantuan yang sangat berharga dan bermanfaat bagi keberlanjutan pendidikan Al Qur’an di tengah masyarakat, khususnya generasi muda muslim Indonesia.

Rumah Qur’an Al Badr berpandangan bahwasanya baik unsur internal maupun unsur eksternal yayasan sejatinya adalah satu kesatuan yang harmonis dan dapat bersinergi di dalam wadah keluarga besar Rumah Qur’an Al Badr.

Atas setiap dukungan dan bantuan berharga bagi keberlanjutan program pendidikan Al Qur’an tersebut, segenap manajemen Rumah Qur’an Al Badr menghaturkan banyak terimakasih.

Syukron Jazaakumullahu khoiron.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »