Yayasan Pendidikan Islam dan Sosial Al Badr

Kunci Integritas dan Denyut Nadi Keberlanjutan Industri Halal di Indonesia

Oleh : Alo Didi D.B.A, S.H,

Industri halal tidak lagi menjadi pelengkap kemajuan perekonomian suatu bangsa, namun telah menjadi bagian penting dalam proses pembangunan ekonomi suatu negara. Salah satu hal yang menjadi pendukung utama terhadap pesatnya industri halal adalah kenaikan populasi penduduk muslim di dunia dengan tren positif bahwa akan berpengaruh pada permintaan produk barang dan jasa halal. Maka dari sini, perlu perhatian khusus dari berbagai pihak bagaimana implementasi teori dan praktik penerapan prinsip syariah dalam proses peningkatan daya saing industri halal di perusahaan, lembaga atau tempat strategis lainnya.

Dari jurnal akademik (Perwira Hasibuan Et.al.) dirumuskan sebuah hasil penelitian bahwa penerapan prinsip syariah tidak hanya dipahami sebagai kewajiban normatif berbasis agama, tetapi juga sebagai pendekatan strategis dalam membangun sistem manajemen keuangan yang etis, transparan, dan berkelanjutan. Pada aspek perencanaan dan kebijakan maka sangat kental dengan prinsip kehati hatian, sehingga proses stabilisasi, pengembangan benar benar terwujud serta dapat mengurangi angka dan data spekulatif yang merusak integrasi. Kita perhatikan juga pada proses pendanaan dan sumber dana, pengelolaan aset dan investasi, pencataan dan pelaporan keuangan yang mana semua aspek penelitian diatas dapat mencerminkan tanggung jawab moral dan sosial kepada masyarakat dan khususnya kepada para pemangku kepentingan.

Menyoroti Pentingnya Pencatatan dan Pelaporan Keuangan Berbasis Syariah Sebagai Bagian Integral

Kita tahu istilah ABS (Asal Bapak Senang) dalam keseharian terkhusus didunia kerja yang seolah menjadi sindiran halus. Bahkan istilah bertambah lagi dizaman sekarang seperti denial (penyangkalan)yang mana istilah istilah ini mengandung arti yang merusak makna integral, khususnya dalam proses penerapan prinsip syariah dilapangan kerja. Coba bayangkan dari istilah ini ketika proses pencatatan dan pelaporan yang jauh dari kenyataan namun dilaporkan dengan baik baik saja bahkan berani strong spoken terhadap pihak lain yang memberikan kriti dan saran masukan. Bentuk spekulasi dan manipulasi seolah menjadi hal utama dari bahan diskusi dan perdebatan yang akhirnya benar benar menghancurkan penerapan proses integrasi prinsip syariah.

Dampak negatif yang akan dirasakan dari pencatatan dan pelaporan yang salah adalah ketidakpercayaan terhadap data. Karena dari data yang disajikan kepada umum akan dijadikan acuan pencapaian suatu perusahaan atau bahkan negara untuk mendapatkan perhatian kerjasama investasi, inovasi teknologi, digitaliasi dan kerjasama strategis lainnya yang seharusnya bisa dimaksimalkan.

Denyut Nadi Keberlanjutan     

Adapun dari data yang benar, maka akan memberikan ruang komunikasi terhadap pasar industri halal yang efektif. Sehingga semua pihak akan membuat strategi dan prediksi yang lebih meyakinkan terhadap alur kerjasama dimasa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Translate »